Jumat, 14 Oktober 2016

Sarapan Ala Food Combining



Food Combining. Temans pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Yups, ini adalah sebuah pola makan yang bertujuan untuk menyeimbangkan ph darah ke arah netral di antara acid-base (asam-basa).

Kita bayangkan bahwa ph darah adalah sebuah garis lurus dengan asam/acid dan basa/base masing-masing di sebelah kanan dan kirinya. Ph darah yang ideal ada di tengah-tengah. Netral.
Saat itulah maka semua fungsi tubuh akan berjalan dengan normal tanpa masalah. Dan dalam kondisi seperti itu, tubuh kita diharapkan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dari berbagai macam penyakit yang menyerang.
Juklak Food Combining (FC) mengacu pada pada ritme biologis dalam tubuh kita. Yang mana ritme biologis itu adalah:
Pukul 12.00 – 20.00 : Pencernaan/pengolahan makanan. Fase ini sejalan dengan waktu makan siang, kudapan sore, serta makan malam.
Pukul 20.00 – 04.00 : Penyerapan makanan. Pada fase ini, tubuh memanfaatkan secara maksimal apapun yang dimakan pada waktu sebelumnya. Pada fase ini terjadi penyerapan zat gizi, sirkulasi zat-zat berguna yang diproses dari makanan, pergantian sel, perbaikan jaringan, dan lain-lain.
Pukul 04.00 – 12.00 : Proses pembuangan. Pada fase ini tubuh membersihkan sisa-sisa kotoran. Cukup banyak energi yang dialokasikan untuk proses ini, dan mengkonsumsi makanan berat pada jam ini akan mengganggu alokasi energi.
Oleh karena itu, para pelaku FC memilih buah sebagai sarapan, karena buah mudah dicerna. Jadi konsentrasi tubuh dalam melakukan pembuangan tidak terganggu oleh proses cerna yang juga cukup membutuhkan energi.
Mudah lapar lagi? Pasti, karena sifat buah yang sangat mudah dicerna. Oleh karena itu para pelaku FC biasanya sarapan buah berkali-kali hingga menjelang saat makan siang. Jadi tidak ada istilah menahan lapar dalam pola makan ini. Silahkan makan buah sekenyangnya selama proses pembuangan berlangsung.
Takut lemas? InsyaAllah tidak, karena fruktosa yang terkandung di dalam buah dianggap mampu menyediakan energi secara cepat bagi tubuh. Dan menurut mereka yang sudah beberapa saat menerapkan pola makan ini sih sudah tidak merasa lemas lagi meskipun hanya sarapan buah. Memang di satu atau dua hari pertama masih terasa lemas tapi mungkin itu hanya karena sugesti saja karena terbiasa makan berat saat sarapan.
Nah lalu ada apa ini...? kenapa ujug-ujug saya ngecuprus soal FC?
Hihi... sebenarnya nggak ujug-ujug juga sih... dulu saya pernah mencoba menerapkan pola makan ini, tapi nggak bertahan lama. Hanya beberapa hari saja, lalu... menyerah.
Belakangan, entah kenapa saya kok merasa tubuh ini semakin menua. Mudah capek, merasa lemas, dan kurang bersemangat. Lalu tiba-tiba teringat dengan pola makan ini, yang di-klaim dapat membuat tubuh menjadi lebih segar, bugar, dan sehat. (dulu saya belum sempat merasakan hasilnya sih, wong Cuma beberapa hari saja, sudah gitu banyak yang melenceng dari juklak, hihi...)
Jadi tiba-tiba saja kepikiran untuk sarapan buah pagi ini. Hehe... kemarin sore meluncur ke toko buah untuk belanja buah. Beli pisang, mangga, dan sawo.
Anak-anak mau sih sarapan buah, tapi Cuma sedikit. Dan setelah itu mereka makan nasi lagi. Hihi... sama saja bohong dong. Tapi biarlah, mereka kan mau sekolah dan melakukan banyak aktivitas, takutnya nanti malah merasa lemas mereka.
Ini sarapan buah versi saya

Beberapa jam kemudian makan lagi

Biar full buah, minumnya air jeruk hasil ngubek-ngubek kulkas. Murni air jeruk ya, tanpa tambahan air dan gula

Kalau lapar lagi, makan buah lagi

Saya tidak tahu apakah akan konsisten atau tidak menjalankan pola makan FC ini. Paling tidak sudah mencoba dan berusaha. Semangaatt.......

21 komentar:

  1. Jadi tidak heran dog ya kalau kita BAB pada pagi hari karena itu termasuk ke dalam fase pembuangan :-)

    BalasHapus
  2. Duh enak banget mba, sarapan buah memang selalu bikin kenyang dan perncernaan jadi lancar.

    BalasHapus
  3. Whoooo dulu padahal dibilangin sama nenek malah kalau ga boleh makan buah sebelum sarapan, mitos berarti yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mitos :D dulu waktu saya kecil jg diterapkan pemahaman seperti itu. tapi pas sudah tahu ttg FC jadi paham kalau itu hanya mitos

      Hapus
  4. Aku juga lagi nerapin food combining, semoga sukses :D

    BalasHapus
  5. aku msh blm konsisten nih mba FC nya.. kdg iya, kdg ga... -__-.. pgn sih bisa rutin dan konsisten gt yaa.. niat msh blm kuat kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak.. saya juga masih blm bisa konsisten. masih sering pengen jajan ini itu anu.. hehe....

      Hapus
  6. Aaaa masih belum bisa, udah pengen cuma godaannya banyak banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi... betul mbak. emang godaannya sering bikin nggak kuaaatttt......

      Hapus
  7. Pengen banget menerapkan FC mbak tp mata ini masih sering tergoda apalagi kalo sudah ngumpul sama teman dan ngajak makan2....hmmm,,, gagal deh....semoga bertahan dengan FC nya ya mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih mbak. sebenarnya saya sendiri jg gak yakin apakah bisa konsisten atau tdk, hihi...

      Hapus
  8. semangaaat semoga berhasil konsisten ya mbak.. aku blm bisa menerapkan FC secara sdg menyusui, semua dilahap :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... makasih mbak,, :D btw katanya kalau bisa menerapkan FC pas menyusui itu bisa meningkatkan kualitas ASInya lho :D

      Hapus
  9. Wah hebat mbak kalau sdh memjadi rutinitas keseharian😊 kl saya terus terang blm bisa rutin hihi

    BalasHapus
  10. aku pengen banget nerapin food combining tapi belum berhasil hehe

    BalasHapus
  11. waah mba FC-an juga yaa, alhamdulillah aku juga FC dah mau 2 tahun niih. aseeek ketemu temen

    BalasHapus
  12. Saya masih maju mundur untu FC karena gak terlalu suka buah :D

    BalasHapus